Wilayah Kecamatan Jumantono mayoritas...
URL: https://youtu.be/lRwK2IEXxV0
Wilayah Kecamatan Jumantono mayoritas merupakan lahan tadah hujan yang ditanami empon-empon. Namun hasil panennya langsung dijual, sehingga belum memberikan manfaat Kesehatan dan ekonomi yang optimal. Kelompok masyarakat yang memanfatkan (TOGA) dan pemijatan akupresur juga relative sedikit. Sementara jumlah penderita penyakit tidak menular di wilayah puskesmas Jumantono seperti, diabetes melitus (DM), hipertensi dan gangguan jiwa masih tergolong tinggi, banyak yang belum terkontrol dan Sebagian enggan mengkonsumsi obat modern. Penyebabnya adalah harga obat mahal, khawatir efek samping yang timbul. TOGA dan akupresur dapat dijadikan alternatif pengobatan masyarakat untuk back to nature (Kembali memanfaatkan hasil pertanian sebagai obat-obatan). Hal ini yang melatarbelakangi dikembangkannya inovasi Kampung Jawara. Gagasan inovasi ini untuk mempromosikan potensi komoditas sumber daya kesehatan tradisional dan edukasi pemanfaatan ekonomi tanpa merusak lingkungan (green economy). Kampung jawara merupakan pengembangan lanjutan dari inovasi sebelumnya, yaitu ASMAN TOGA . yang telah mendapat penghargaan. Pengembangan dilakukan pada penambahan ketrampilan pengolahan produk TOGA, ketrampilan akupresur dan perintisan kesehatan, yang keberlanjutannya dikembangkan sebagai salah satu tujuan wisata kesehatan (wellnes tourism).
There are no views created for this resource yet.
Informasi Tambahan
| Field | Nilai |
|---|---|
| Data last updated | 7 Oktober 2022 |
| Metadata last updated | 7 Oktober 2022 |
| Dibuat | 7 Oktober 2022 |
| Format | unknown |
| Lisensi | Creative Commons Attribution |
| Id | 5df36ef1-49f5-4c64-ac2b-5eb42e244c28 |
| Package id | a440039f-2d92-4688-a5cb-3ecafecc96d5 |
| State | active |